CALL CENTER HAJI 500425 - LUMAJANG 0334-893620 selamat datang di portal Kementerian Agama Kantor Kabupaten Lumajang - jl. pisang agung no. 49 Lumajang, jawa timur

KABUPATEN LUMAJANG MENGGAGAS UAMBD DAN USBN BERBASIS KOMPUTER TINGKAT MI 100 % PERTAMA DI INDONESIA

pada hari WIB

Lumajang Jatim, (Pendma) Kegiatan UAMBD BK MI yang dilaksanakan di Lumajang saat ini, tidak lepas dari inisiatif Kasi Pendidikan Madrasahpada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang yang senantiasa memotivasi dan melontarkan ide-ide pembaruan dalam pengembangan madrasah.  Di awal tahun pelajaran 2017/2018 dalam pembinaan kepada pengurus KKMI kabupaten Lumajang, salah satunya adalah bagaimana kiranya di tahun pelajaran 2017/2018 ini madrasah di Kabupaten Lumajang melaksanakan ujian berbasis komputer secara massif 100%. Dari keinginan dan tekad untuk melaksanakan ujian berbasis computer tersebut, segenap pengurus KKMI Kabupaten  dan bagian kurikulum pendma kabupaten Lumajang melakukan penelitian dan penelusuran terkait teknis pelaksanaan Ujian berbasis komputer. Gambaran awal pelaksanaan ujian berbasis komputer adalah UNBK MTs dan MA, sehingga tim dari pengurus KKM kabupaten dan pendma mendalami beberapa aplikasi CBT (Computer Based Test). Hingga pada akhirnya Kementerian Agama Kabupaten Lumajang merekomendasikan sebuah piranti untuk ujian berbasis komputer yang simple dan multiguna, yaitu edubox.

Perkembangan teknologi yang bergerak secara eksponensial, membawa dampak perubahan yang begitu cepat dan taktis pada pola dan gaya hidup masyarakat kita. Hal ini tentunya membawa pengaruh pada dunia pendidikan sebagai salah satu agent of change, dimana dunia pendidikan harus melakukan berbagai inovasi pembelajaran dan evaluasi dalam rangka memberikan keseimbangan terhadap perubahan teknologi dan masyarakat yang begitumassif. Hal inilah yang melatar belakangi Kepala Kantor Kementerian Agama, Kasi Pendma, Pokjawas dan KKM MI Kabupaten Lumajang hingga pada akhirnya menemukansebuah piranti untuk ujian berbasis komputer yang simple, mudah dan multiguna, yaitu edubox.

Edubox adalah sebuah piranti perangkat penunjang pembelajaran (bukan hanya untuk ujian) yang di produksi oleh PT Pinisi Education Bandung. Edubox sendiri merupakan sebuah mini PC yang berbasis raspbery pie3, namun telah diinstal aplikasi pendidikan dan penilaian yang komplek di dalamnya, berbekal informasi awal tersebut, akhirnya maka KKM MI fokus untuk mendalami piranti ini. Pengurus KKM-MI melalui staff kurikulum melakukan penelusuran online dan memesan 1 unit edubox untuk sarana trial and eror dari piranti ini.

Dari 1 unit edubox ini, tim dari KKM-MI Kabupaten Lumajang selanjutnya melakukan experimen dan riset berkaitan dengan fungsi, pengoperasian dan kemungkinan celah yang harus diperbaiki pada perangkat ini. Sehingga pada akhirnya diputuskan bahwa MI di Kabupaten Lumajang bisa melaksanakan Ujian Berbasis Komputer dengan piranti alat ini, keputusan ini diambil setelah diketahui beberapa kemudahan dari perangkat ini antara lain :

  1. Edubox bukanlah sekedar aplikasi Ujian, namun sudah merupakan gabungan piranti hadrware dan software yang sudah siap pakai tanpa harus instal lagi di laptop / PC admin, karena edubox itu sendiri merupakan mini PC.
  2. Ujian dengan menggunakan edubox tidak diperlukan suatu lab komputer atau jaringan berbasis LAN yang memakan banyak tempat, waktu dan biaya. Karena Ujian berbasis komputer dengan edubox berbasis wifi lokal (intranet) dan client bisa menggunakan android (bisa tablet atau smartphone), laptop. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi madrasah di Lumajang yang hampir tidak ada madrasah yang memiliki Lab komputer.

Edubox multifungsi, selain sebagai sarana Ujian berbasis komputer, edubox juga bisa untuk kegiatan KBM berbasis multimedia, ulangan harian, penilaian tengah semester dan bahkan untuk lomba-lomba semcam KSM berbasis komputer. Hal ini juga menjadi salah satu daya tarik dan kemudahan untuk menggiring para pemangku kebijakan di MI dalam pengadaan perangkat ini, karena dengan satu kali beli bisa untuk beberapa fungsi.

Setelah dicoba di beberapa MI sekabupaten Lumajang dan ditemukan adanya keunggulan serta kelebihan dalam perangkat ini, kemudian  KKM MI mengadakan perjanjian kerja sama (MOU) dan membuka jaringan dengan pihak PT Pinisi Education Bandung untuk menyiapkan perangkat (Edubox) bagi MI sekabupaten Lumajang dan Kabupaten lain di Jawa Timur, kemudian terkait server (pengendali) di tingkat kabupaten untuk mengontrol seluruh edubox lembaga, KKM MI mensubstitusi fungsi domain dengan cara sewa untuk sementara waktu, karena kalau harus pengadaan biayanya terlalu mahal.

KKM MI mensosialisasikan Ujian madarasah berbasis komputer di tingkat MI dengan cara membentuk Tim Pelaksana yang terdiri dari Unsur Pendma, Pokjawas dan KKM MI Kabupaten Lumajang, tim tersebut turun langsung secara maraton ke 21 kecamatan se Kabupaten Lumajang menghadirkan semua dewan guru, kepala madrasah, komite dan ketua yayasan mulai dari tingkat RA, MI, MTs dan MA.

Dalam pelaksanaan di lapangan terdapat beberapa kendala yang muncul ketika ditemukan bahwa donggel edubox dalam kondisi idealhanya mampu memancarkan wifi ke 30 client, maka riset kembali dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi lembaga yang mempunyai client lebih dari 30 bahkan 100, maka ditemukan gagasan perlu adanya router untuk membantu memancarkan wifi lebih dari 30 client. Sehingga pelaksanaan UAMBD Berbasis komputer, Kementerian Agama Kabupaten Lumajangmengagendakan beberapa kali try out sebagai riset dan simulasi awal terkait kemampuan dan kekurangan edubox sebagai sarana ujian basis komputer. Dan dalam perjalanan menuju UAMBD BK utama, tim KKM MI kabupaten Lumajang juga melakukan dua kali upgrade edubox, hal ini dilakukan untuk menutup celah dan memperbaiki sistem yang ada di edubox terkait Ujian berbasis komputer.

Kesiapan melaksanakan Ujian Akhir Madrasah BerstandarDaerah Berbasis Komputer (UAMBD-BK) sudah direncanakan jauh hari, dan telah melaksanakan tryout yang diikuti oleh seluruh siswa/siswi MI di Kabupaten Lumajang, dan telah terlaksana sesuai dengan rencana,sehingga sekarang semua sudah ready to use. Ini merupakan suatu hal yang langkah, sistem ujian akhir UAMBD BK ini hasil dari inovasi para guru, kepala madrasah dan kelompok kerja madrasah di tingkat MI yang bersifat bottom up. Maka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajangselaku pemangku kebijakan berkewajiban untuk bisa memfasilitasi, mendorong, memberikan pencerahan betapa perlunya gerakan perubahan madrasah yang lebih baik ini dilakukan secara masif.

Hal hal yang perlu disiapkan antara lain: Menyiapkan SDM Guru dan Siswa, melaksanakan simulasi secara paralel pada setiap Lembaga, mempersiapan teknisi dan proktor dipastikan semuanya ready, sistem kendali apabila terjadi pemadaman listrik mendadak dan permasalahan koneksi internet yang lemah. Adapun tentang pengadaan kelengkapan ujian berbasis komputer misalnya server, komputer sarana ruang dan lain sebagainya dalam hal ini adalah kreatifitas lembaga masing masing, bukan ditentukan dari kemenag juga bukan dari pihak lain, dengan biaya mandiri, kreatifitas lembaga MI bermacam macam antara lain komputer atau laptop disediakan dari lembaganya (saving dana sarpras), ada yang kerjasama dengan wali murid, ada yang pinjam/dipinjami laptop oleh para gurunya, apabila terpaksa tidak ada laptop atau komputer bisa juga memakai tablet (layar minimal 7 inc). Untuk rencana kedepan pengadaan laptop bisa disederhanakan, mereka kita sarankan menabung sejak kelas I setiap hari, sehingga peserta didik pada saat kelas VI sudah bisa beli laptop serta sarana kelengkapan ujian.

Tujuan ujian berbasis IT ini, untuk menciptakan kejujuran kepada anak didik dan kepada masyarakat, yang kami pandang selama ini ujian berbasis Kertas dan Pensil (ujian KP) terdapat beberapa kelemahan antara lain masih ada kebocoran soal, masih ada dari lembaga atau individu mencontek soal, pendistribusian yang kurang efektif contoh melibatkan pihak kepolisian dalam hal pengamanan naskah, kepengawasan silang antar instansi/dinas, dan hal lain. Dengan adanya penggunaan sarana atau sistem ujian akhir berbasis IT ini setidaknya ada penyadaran kepada masyarakat bahwa madrasah harus lebih mandiri,  karena madrasah disamping diselenggarakan oleh pemerintah juga milik masyarakat, sehingga Ujian Akhir Madrasah Berstandar Daerah Berbasis Komputer (UAMBD-BK) berfungsi sebagai :

1). Bahan pertimbangan dalam penentuan pemetaan mutu madrasah,

2). Salah satu pertimbangan kelulusan;

3). Umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran;

4). Alat pengendali mutu pendidikan;

5). Pendorong peningkatan mutu pendidikan;

Adapun Keunggulan bagi siswa, sesuai pengalaman siswa dan pengawas ruang pada pelaksanaan Try Out UAMBD-BK beberapa bulan lalu, ujian menggunakan komputer lebih baik dan menguntungkan dibandingkan dengan ujian berbasis kertas dan pensil (KP), antara lain:

1.  UAMBD-BK lebih hemat waktu bandingkan ketika menggunakan kertas dan pencil, karena siswa membutuhkan waktu untuk mengarisir atau penghitaman LJK. Saat penghitaman atau pengarsiran LJK tersebut siswa harus berhati-hati, sebab jika tidak maka akan berdampak buruk bagi scan LJK. Begitu juga ketika siswa ingin mengganti jawaban sulit sekali, karena harus menghapus kembali penghitaman sebelumnya, lalu membuat penghitaman lagi pada alternatif jawaban yang baru. Proses ini bisa menghabiskan lebih dari alokasi waktu 2,4 menit tiap nomor untuk menjawab 50 butir pertanyaan selama 120 menit.

2. Dengan sistim UAMBD-BK waktu bisa dimanfaatkan lebih efektif untuk membaca soal dan berpikir menemukan jawaban. Dengan sekali klik pada opsi jawaban waktu tidak diboroskan untuk penghitaman opsi jawaban apalagi kemudian menghapus dan mengganti jawaban baru. Karena opsi jawaban bisa dipilih dengan cara sangat gampang dan dalam waktu detik dengan mengklik pada pilihan A, B, C, atau D pada layar komputer. Demikian pula ketika peserta ujian hendak mengubah jawaban, bisa dengan memilih dan menuju nomor tertentu lalu langsung mengganti jawaban dengan memilih opsi jawaban tanpa proses panjang dan berbelit.

Keunggulan bagi satuan pendidikan dan stakeholder manfaat dan kelebihan UAMBD-BK dibandingkan dengan UAMBD-KP pada Satuan Pendidikan Sekolah/Madrasah antara lain:

1. Lebih kecil kemungkinan terjadi keterlambatan soal, tertukarnya soal, dan ketidakjelasan hasil cetak soal;

2. Tidak ada kerumitan pengumpulan LJK;

3. Gambar menjadi lebih jelas;

4. Lebih mengakomodasi siswa dengan ketunaan. Misalnya, untuk low vision tulisan dan gambar bisa diperbesar;

5. Hasil UAMBD-BK bisa diumumkan secara lebih cepat, sehingga siswa memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi;

6. UAMBD-BK memungkinkan untuk dilakukan beberapa kali/sesi;

7. Lebih murah dan lebih mudah dalam pengamanan dan penyediaan logistik.

Keunggulan bagi jenjang pendidikan madrasah berikutnya, antara lain:

1. Mampu menumbuh kembangkan sikap dan minat belajar, disiplin terhadap diri dan waktu, mereka akan lebih percaya diri dalam mempersiapkan mental mereka kejenjang berikutnya

2. Menjadi motivasi siswa untuk terus memanfaatkan teknologi komputer sebagai alat bantu mengembangkan potensi diri.

3. Sebagai umpan balik dan evaluasi diri yang telah mampu mengoperasikan media teknologi menjadi lebih baik di masa depan

Demikian inspirasi tentang kesiapan pelaksanan UAMBD-BK MI  se Kabupaten Lumajang, Semoga pelaksanaan UAMBD-BK MI di Kabupaten Lumajang nanti berjalan dengan lancar. tanpa adanya masalah teknis dan siswa mendapatkan hasil terbaik untuk UAMBD-BK nanti.